Baitul Muqoddas dapat diartikan tempat yang suci, letaknya di dada. Ini adalah sebutan yang saya berikan pada tempat tersebut. Sekali lagi Allah masih bermurah hati kepada bakul sufi bejo ini hehehe sehingga diberi pemahaman tentang baitul muqoddas.
Baitul muqoddas akan berhubungan dengan yang namanya “keinginan”. Segala bentuk keinginan pada manusia, setelah diamati (kalau kita bisa merasakan) maka dia muncul dari daerah dada. Keinginan ini dalam contohnya ingin uang, ingin kaya, ingin wanita, ingin hebat, ingin pintar dan segala hal yang berhubungan dengan keinginan. Perbedaannya dengan nafsu adalah bahwa nafsu itu sudah ada pada diri manusia dan akan muncul dengan sendirinya tatkala manusia lalai atau lemah dalam mengendalikannya, sedangkan keinginan ini adalah bentuk aktif manusia dalam memenuhi hasrat dirinya akibat rangsangan dari luar. Melihat orang sukses maka ingin sukses, melihat orang pintar juga ingin pintar, melihat orang susah ingin membantunya, punya uang banyak ingin itu, ingin ini dan sebagainya. Dari sini juga dapat kita simpulkan bahwa yang namanya Baitul Muqoddas dan Keinginan adalah letaknya sama-sama di daerah dada.
Konsep jagad alit (mikrokosmos) dan jagad gede (makrokosmos) adalah sebuah penggambaran hubungan antara diri kita dengan semesta alam. Nah! semesta alam ini maksudnya apa saja yang menjadi pantulan-pantulan ataupun peristiwa-peristiwa dalam hidup kita sendiri. Gambaran-gambaran kehidupan kita ketika dalam kondisi susah, senang, apes, bejo, dibohongi, ketemu dengan yang aneh-aneh dalam hidup ini, bagaimana hubungan kita dengan keluarga, orang lain, masalah rizki, jodoh dan semua hal yang kita terima dalam hidup adalah yang namanya semesta (jagad gede/makrokosmos). Pergerakan jagad gede akan selalu diawali dari pergerakan jagad alit (mikrokosmos). Artinya apa yang anda temui dan terima dalam hidup ini telah anda lakukan terlebih dahulu pada tataran jagad alit (mkirokosmos).
Jagad alit yang berpusat di dada akan berinti pada baitul muqoddas. Secara harfiah baitul muqoddas sebagai tempat yang suci tidak selayaknya dikotori, dan kotoran-kotoran yang mampu mengotori baitul muqoddas adalah yang namanya “keinginan”. Beribu-beribu keinginan yang anda simpan maka beribu-ribu pula kotoran yang terjadi pada baitul muqoddas. Karena baitul muqoddas kotor sedangkan baitul muqoddas sendiri adalah inti dari jagad alit, akibatnya jagad alit terganggu pergerakannya atau bisa jadi carut marut, berikutnya efek ini akan diteruskan kepada jagad gede (semesta/makrokosmos). Sehingga bisa dipastikan manusia yang mengalami gangguan dalam jagad alitnya atau baitul muqoddasnya kotor akan terganggu pula kehidupannya, maka akan banyak hal dikehidupannya yang tidak beres atau kurang enak. Jagad alit (mikrokosmos) bergerak maka jagad gede (makrokosmos) ikut bergerak, ini tidak berlaku sebaliknya.
Maka benarlah pepatah yang mengatakan “keinginan adalah sumber penderitaan”. Karena keinginan dapat mengotori baitul muqoddas, sedangkan baitul muqoddas adalah inti dari jagad alit (mikrokosmos), dan jagad alit adalah diri kita sendiri, dan perlu dipahami pergerakan jagad gede (makrokosmos) tergantung dari pergerakan jagad alit. Maka tidak ada cara lain untuk memperbaiki kualitas hidup (yang masih hidupnya susah, rejeki seret, jodoh tak kunjung datang, sering apes, keluarga yang tidak harmonis dan sebagainya) maka kita harus membersihkan baitul muqoddas sehingga tempat tersebut kembali menjadi sebuah tempat yang suci. Tempat tersebut akan kembali menjadi suci tatkala semua keinginan yang kita pendam telah dihilangkan dalam kehidupan ini.
Tatkala baitul muqoddas telah bersih dan kembali suci (bukan hanya bersih) maka pergerakan jagad alit akan teratur dengan sendirinya, ketika jagad alit bergerak teratur maka jagad gede akan begerak secara teratur pula. Pergerakan jagad gede (makrokosmos/semesta) yang teratur maka hidup akan penuh berkah, selamat selalu menemui bejo atau beruntung. Karena baitul muqoddas telah kembali seperti semula (suci) maka segala keinginan dalam laku hidupnya bukan lagi keinginan yang dimunculkan tapi karena ini adalah murni dari keinginan dari Sang Pemilik Kehidupan, inilah sebenarnya dalam menjalankan peran kehidupan dan mengalir dalam kehidupan. Dari Allah untuk Allah, bukan lagi dari manusia untuk manusia. Sederhananya baitul muqoddas suci maka firman Tuhan akan mudah masuk. Heuheuheu kalau kalimat terakhir yang ini asli ngawur.
Untuk membersihkan baitul muqoddas, silahkan bagi anda yang ikut thoriqoh biasanya ada teknik untuk membersihkan baitul muqoddas, ataupun anda berguru pada seseorang dengan keyakinan apapun bisa dilakukan, biasanya ketika kita berguru hal pertama yang dibenahi adalah jagad alitnya atau membersihkan dan mensucikan baitul muqoddas baru kemudian akan terbuka jalan hidupnya. Membersihkan dan mensucikan baitul muqoddas tidak bisa dilakukan sehari dua hari, bisa jadi berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tergantung manusianya, karena begitu banyaknya kotoran yang telah hinggap pada diri kita sejak kecil dan selain itu sering kita tidak menyadari muncul keinginan begitu saja akibatnya baitul muqoddas kotor lagi dan begitu seterusnya. Akhirnya tidak salah orang tua jaman dahulu sering menjalani laku hidup yang bermacam-macam, dan bagaimana dengan anda saat ini. Heuheuheu.
Nafsu
Setelah
perjumpaan dengan Sang Nafsu, ada beberapa hal lain yang perlu kita
share kepada sahabat semua. Masih berkutat pada Nafsu tema
pembahasannya. Kalau tidak salah dulu saya pernah menulis artikel
tentang macam-macam nafsu, silakan bisa di baca pada link artikel
Macam-Macam Nafsu. Artikel tersebut saya tulis ulang dari sebuah kertas
lusuh pemberian orang tua, singkat kata akhirnya saya terjemahkan
artikel tersebut meskipun ada beberapa kalimat yang tidak mengerti namun
saya ambil makna yang mendekatinya. Untuk pembahasan kali ini saja
bahwa apa yang kita sebut nafsu berarti kita menyebut sebuah gambaran
nafsu apa yang dipahami secara umum oleh manusia, seperti dorongan seks,
dorangan makan, minum, tidur ataupun marah, benci, iri, dengki, hasud,
fitnah, putus asa, egois ataupun sifat-sifat buruk lainnya yang melekat
pada diri manusia.
Suatu
waktu secara tidak sengaja pula, saya rasakan dan amati bahwa nafsu
pada diri manusia letaknya kalau tidak salah disekitar pusar, bisa jadi
pusar ke bawah. Hal ini secara tidak sengaja saya rasakan ketika sedang
trance berdzikir, setiap kali nafsu itu muncul dan setiap kali itu pula
saya amati mereka (nafsu) berasal dari daerah sekita pusar. Lantas kalau
sudah tahu letaknya nafsu, apa manfaatnya bagi kita, betul tidak!
hehehe. Nah ini yang penting!.
Jika
nafsu berasal dari sekitar pusar, kita tahu diantara pusar ada perut
dan alat kelamin. Hal ini menyiratkan bahwa nafsu itu masih berkaitan
dengan kedua hal tadi. Ada hubungan erat diantara keduanya yaitu
hubungan yang saling menguatkan dan saling melemahkan. Hubungan tersebut
ialah jika anda ingin menguatkan nafsu maka perkuatkanlah perut dan
kelamin anda dan sebaliknya jika anda hendak melemahkan nafsu maka
lemahkanlah perut dan kelamin anda. Makanya tidak heran jika dalam islam
ada ritual berpuasa baik puasa wajib ataupun puasa sunnah, sebenarnya
di semua keyakinan pun ada ritual puasanya, karena nafsu ini bersifat
general artinya dengan keyakinan apapun seseorang bisa mengetahui nafsu
dan mengendalikan nafsu.
Dengan
sering berpuasa maka bukan hanya baik bagi tubuh saja yaitu melemahnya
perut dan alat kelamin, namun lebih dari itu maka nafsu akan mudah
dikendalikan, sifat-sifat mudah marah, dengki, hasud dan sifat jelek
lainnya lambat laun akan mudah dikendalikan, maksudnya kita akan sadar
dengan sendirinya jika hendak berbuat dengan sifat jelek tersebut,
dengan kesadaran ini maka kita akan terhindar dari perbuatan jelek.
Selain berpuasa kita pun bisa melakukannya dengan mengatur pola makan
yaitu tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan ketika kenyang,
karena rasa kenyang ini yang akan menguatkan nafsu pada diri manusia
sehingga sulit untuk mengendalikannya, begitu pun juga dengan tidak
terlalu sering mengumbar nafsu shahwat. Tanda-tanda kita sulit
mengendalikan nafsu adalah sering tanpa sadar kita melakukan perbuatan
jelek, dan celakanya perbuatan ini seolah-olah sudah menjadi hal biasa
bagi kita, karena tidak ada rasa penyesalan, lebih-lebih meminta ampun
baik kepada manusia yang tersakiti ataupun kepada Sang Pemilik
Kehidupan.
Inilah
seklumit tentang nafsu yang bisa kami sampaikan. Tapi perlu diingat
sampai kapanpun kita tidak akan bisa menghilangkan nafsu, karena nafsu
adalah salah satu utusan yang telah diutus untuk manusia, dan mereka
hanya menjalankan perintah sesuai kapasitas anda dalam mengendalikannya.
Artinya semakin besar dan kuat anda dalam mengendalikan nafsu maka
nafsu akan semakin menurut pada kendali anda, dan sebaliknya semakin
lemah anda dalam mengendalikan nafsu maka nafsu akan lebih mudah
bergerak bebas dalam menjalankan fungsinya. Maka jalan satu-satunya
adalah agar kita terhindar dari sifat angkara murka yang berasal dari
nafsu hendaknya kita perkuat diri baik dengan berbagai ritual yang kita
yakini ataupun dengan kesadaran tinggi agar kita menjadi kuat dalam
mengendalikan nafsu sehingga menjadi tuan dan pemimpin atas nafsu kita.
Baitul Muqoddas
Oh ya lupa, barangkali ada sahabat yang lebih mengetahui dari saya, ijinkan saya bertanya : apakah hati itu pintu dari baitul muqoddas? Silahkan kita bisa mensharingkannya disini. Selain itu dalam pandangan saya yang namanya “dosa / kesalahan” juga mampu mengotori baitul muqoddas, terutama dosa kepada makhluk, oleh karena itu sering-seringlah meminta maaf pada orang yang kita temui dan berusaha meminimalisir dosa-dosa kepada makhluk, lebih-lebih juga sering-sering meminta ampun kepada Sang Pemilik Kehidupan. Akhirnya cukup demikian apa yang dapat kita sharingkan kepada anda semua, semoga bermanfaat. Rahayu rahayu rahayu.
By
Kang TJ